English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

this widget by www.AllBlogTools.com

Selasa, 23 Juni 2015

Visi Papua - Api Rekonsiliasi Tuhan



Tuhan dalam kasih-Nya yang tak terkira itu telah memperanakkan manusia ke atas bidang bumi dan menyatakan Diri-Nya sendiri dalam tujuan kekekalan kasih-Nya. Namun sejak Taman Eden, Iblis sang musuh terus berusaha mencuri, membunuh dan menghancurkan manusia mulai dari inti identitasnya: keserupaan dan hubungan dengan Bapa. Manusia mendengarkan musuh dan akhirnya memilih untuk bertindak bukan sesuai dengan siapa dirinya yang sebenarnya tetapi menurut kebohongan tipudaya Iblis. Sejak itu penguasa asli bumi kehilangan kehidupan sejati dan otoritasnya.

Papua Vision - God’s Fire Of Reconciliation



In His unfathomable love, God has begotten man to the earth sphere and manifested Himself for His eternal purpose of love with humankind. But since the Garden of Eden, Satan, the enemy, kept trying to steal, kill and destroy humankind, starting from the core identity: the likeness and the relationship with the Father. Man listened to the enemy and eventually chose to act not according to who he really was, but according to the devil deceitful lies. The original ruler of the earth lost his true life and authority ever since. 

The Declaration of the Great Jubilee 5776 (2015)



Declaration from the prison at Wamena, 
Papua Indonesia - Golden Gate of Israel (English subtitled)   

In the name of our Lord Jesus Christ, the Lord of Lords, the God who is sovereign over all powers in heaven, on earth and under the earth, who is sovereign over all the covenants, herewith we declare:

1. This is the time of the fulfillment of all things. We have entered into the best season in history — the restoration of all things, from the negative ones into all the best things. We have entered the golden time and the peak of all triumphs. Whatever was stolen from our lives, from Indonesia and from all nations are and have been returned seven folds.

Senin, 22 Juni 2015

Deklarasi Yobel Besar Indonesia



5776 (2015)

 
Deklarasi di KKR KANJAL (Komunitas Anak Jalanan), 
Wamena - Papua, 6 Juni 2015


Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segalanya, Elohim yang berkuasa atas semua otoritas yang ada di langit dan di bumi dan di bawah bumi, yang berkuasa atas seluruh perjanjian, kami perkatakan dengan iman bahwa: 
1. Inilah masa penggenapan dari semua yang ada. Musim terbaik yang sedang kita masuki. Pemulihan dari semua keadaan buruk menjadi keadaan yang terbaik. Masa keemasan dan puncak dari segala puncak kejayaan sedang kita masuki. Segala yang pernah dicuri dari hidup kami, Indonesia dan bangsa-bangsa sedang dan sudah dikembalikan tujuh kali lipat.

Selasa, 03 Juni 2014

Christianity Is Moving West Again - To Asia!

(Kekristenan Sedang Bergerak Ke Barat Sekali Lagi - Menuju Asia!)

By Rick Joyner


There is a saying that contains an important insight: "In Jerusalem, Christianity became a religion. In Greece, it became a philosophy. In Rome, it became an institution. In Britain, it became a tradition, and in America, it became an enterprise."

There is some truth to this, and it is not all bad or unintended. The new creation culture that was to be received by all nations was also intended to receive from all nations. This is not to imply that the basic tenets of the faith were to be modified, but that the Gospel would help apply the best of all nations to a culture that would become the highway Isaiah spoke of that would be built to prepare the way for the Lord.

However, some of the worst of these nations also entered into the fabric of Christianity and, to a degree, corrupted the application of the Gospel. Each time the center of gravity for the advancing Church moved, there would be some purification, but not total. In the American Church, we have reflected some the best and worst of religion, philosophy, institutions, traditions, and business all mixed together.

Many have learned to take the best and leave the rest. Some of the most remarkable expressions of Christianity through the Church are now found in America, as well as probably some of the worst. Many Christians from around the world have come to learn from churches in America and have taken what they learned back to their countries. 

Many of these did a great job filtering out what should not be applied in their home countries and have raised up works that are truly exceptional. Now many Americans, and others, are going to them to learn. This interchange has increased dramatically during this time of easy travel and communications. For this reason, there are truly remarkable churches growing up all over the world. 

Church in Asia


As the center of gravity of Christianity moved west from Jerusalem (for the last century it seemed centered in America, even though some of the greatest works and revivals were elsewhere), it is about to make another major leap to the west. The center of gravity of Christianity is going to move to Asia. Then it will find its way back to Jerusalem. (Photo via commons.wikimedia.org) 

Kekristenan Sedang Bergerak Ke Barat Sekali Lagi - Menuju Asia!

(Christianity Is Moving West Again - To Asia!)

Oleh : Rick Joyner  


Ada pepatah yang mengandung suatu wawasan penting : "Di Yerusalem, Kekristenan menjadi suatu agama. Di Yunani, itu menjadi suatu filsafat. Di Roma, itu menjadi sebuah lembaga. Di Inggris, itu menjadi suatu tradisi, dan di Amerika, itu menjadi suatu perusahaan." 

Ada beberapa kebenaran di dalamnya, dan tidak semuanya buruk atau tidak disengaja. Budaya ciptaan baru yang adalah untuk diterima oleh semua bangsa itu dimaksudkan untuk menerima dari semua bangsa juga. Ini tidak berarti bahwa prinsip dasar iman itu harus diubah, tetapi bahwa Injil akan membantu menerapkan yang terbaik dari semua bangsa kepada suatu budaya yang akan menjadi jalan raya yang tentangnya Yesaya bicarakan akan dibangun untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. 

Akan tetapi, beberapa dari yang terburuk dari bangsa-bangsa ini juga ikut masuk ke dalam tenunan Kekristenan dan merusak penerapan Injil pada suatu tingkat. Setiap kali pusat gravitasi bagi kemajuan Gereja berpindah, akan ada beberapa pemurnian, tapi tidak menyeluruh. Dalam Gereja Amerika, kita telah mencerminkan beberapa dari yang terbaik dan yang terburuk dari agama, filsafat, lembaga, tradisi dan bisnis, semua bercampur bersama-sama.

Banyak yang telah belajar untuk mengambil yang terbaik dan meninggalkan sisanya. Beberapa ekspresi Kekristenan yang paling luar biasa melalui Gereja sekarang ditemukan di Amerika, demikian juga beberapa dari mungkin yang terburuk. Banyak orang Kristen dari seluruh dunia datang untuk belajar dari gereja-gereja di Amerika dan telah mengambil apa yang mereka pelajari kembali ke negara mereka.

Banyak dari mereka ini melakukan pekerjaan besar dengan menyaring apa yang tidak harus diterapkan di negara asal mereka dan telah mendirikan karya-karya yang benar-benar hebat. Sekarang banyak orang Amerika, dan dari bangsa-bangsa lain, akan datang kepada mereka untuk belajar. Pertukaran tempat ini telah meningkat secara dramatis dalam jaman perjalanan dan komunikasi mudah ini. Untuk alasan ini, ada gereja-gereja yang benar-benar maju luar biasa bertumbuh di seluruh dunia. 

Gereja di Asia


Selagi pusat gravitasi Kekristenan bergerak ke barat dari Jerusalem (selama abad terakhir tampaknya berpusat di Amerika, meskipun beberapa karya terbesar dan kebangunan rohani terjadi di tempat lain), pusat ini sebentar lagi akan membuat lompatan besar lain ke barat. Pusat gravitasi Kekristenan akan pindah ke Asia. Kemudian dia akan menemukan jalan kembali ke Yerusalem. (Foto commons.wikimedia.org)

Since 18 December 2010

free counters